• RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Monday, 23 July 2012

Orang-orang yang direkrut Al Shabaab berjalan di distrik Deniile, Mogadishu, ibukota Somalia, setelah mereka dinyatakan lulus, pada 5 Maret 2012. Kelompok Al Shabaab mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di kompleks istana presiden Somalia, Rabu (14/3/2012).
MOGADISHU - Kelompok Al-Shabaab telah mengeksekusi tiga anggotanya karena menjadi "mata-mata" untuk beberapa badan intelijen Barat.

Dua dari orang-orang yang dieksekusi itu dituduh memasang sebuah alat pelacak satelit yang dipasang pada sebuah mobil agen Al Qaeda pada Januari lalu. Gara-gara alat pelacak itu, mobil tersebut diserang dan menewaskan dua orang.

"Tiga terdakwa dinyatakan bersalah menjadi mata-mata... satu orang bekerja untuk badan intelijen Inggris MI6 dan dua lainnya bekerja pada CIA," kata Sheikh Abdalla Al-Haq, hakim ketua Al-Shabaab, Senin (23/7/2012).

Menurut sejumlah saksi, ketiga orang itu, berusia antara 25 dan 30 tahun, dieksekusi satu regu tembak di depan umum di Kota Merka, Minggu (22/7/2012) malam.

"Mereka mengakui semua dakwaan dan hukumannya adalah mati," tegas Al-Haq.

"Salah seorang dari mereka menjerit ketika dijatuhkan dan setelah hakim menjatuhkan vonis, mata ketiga terpidana ditutup dan ditembak," ujar Abidaziz Moalim, seorang saksi.

"Para pejabat Al-Shabaab menggunakan pengeras suara pada mobil-mobil bak terbuka untuk memanggil orang-orang agar berkumpul dan menonton eksekusi itu. Ratusan orang datang menonton," kata saksi lain, Idris Nure.

Sumber : AFP
Editor   : Kistyarini

0 comments:

Post a Comment